Selasa, 12 November 2013

KPK Menyita Telepon Anas

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita tiga telepon genggam, termasuk BlackBerry milik Anas Urbaningrum, dalam penggeledahan yang dilakukan di kediaman Anas, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (12/11/2013). Mereka juga menyita paspor dan tiga telepon genggam Athiyyah Laila, istri Anas.

Penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan KPK terkait dengan penetapan pimpinan PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso sebagai tersangka pengadaan sarana dan prasarana proyek Hambalang. Istri Anas pernah menjadi pimpinan di perusahaan itu juga.

"Menurut kami (penyitaan telepon genggam Anas) itu tidak terkait dengan Pak Suroso," kata pengacara Anas, Handika, dalam jumpa pers di kediaman Anas, Selasa malam. Dia menyebutkan beberapa barang lain yang juga disita KPK dalam penggeledahan itu adalah kartu anggota Anas saat menjabat sebagai anggota DPR/MPR, nota pengiriman barang mobil Toyota Harier Anas, dan kartu kredit.

Pengacara lain Anas, Firma Wijaya, menyatakan bahwa penyitaan paspor Athiyyah bukan kewenangan KPK. Terlebih lagi, sampai saat ini tak ada tindakan pencegahan yang dikenakan terhadap Athiyyah. Kalaupun ada penyitaan paspor, dia melanjutkan, hal itu seharusnya dilakukan oleh instansi imigrasi.

"Menurut kami, tidak ada alasan hukum yang mendasar (untuk menyita) termasuk dokumen, beberapa barang, dan uang ini. Tidak ada koridor dengan perkara yang ditujukan dengan Mas Anas dan Mbak Tia," ujar Firman.

Selasa, 01 Oktober 2013

BlackBerry 9720 Di Luncurkan

Meski statusnya secara global masih belum jelas, jadi diakuisisi Fairfax Financial atau tidak, BlackBerry di Indonesia terus melakukan penetrasi. Hari ini, vendor ponsel pintar asal Kanada itu merilis secara resmi BlackBerry 9720 di Indonesia.

"Tersedia di pasar mulai 4 Oktober mendatang dengan harga Rp2,59 juta," kata Ardo Fadhola, Senior Country Product Manager BlackBerry Southeast Asia, di Jakarta, 1 Oktober 2013.

BlackBerry 9720, atau BlackBerry Samoa, merupakan perangkat berbasis BlackBerry OS versi 7.1, versi terbaru dari OS 7. Mengusung layar sentuh HVGA berukuran 2,8 inci, ponsel satu ini berbekal keyboard QWERTY khas BlackBerry, yang karakternya mirip BlackBerry Q5.

Bukan untuk segmen pasar premium, menurut Ardo, BlackBerry Samoa akan menyasar segmen pengguna baru kelas menengah yang baru saja melakukan upgrade dari ponsel fitur ke ponsel pintar.

"Kami tidak meninggalkan BlackBerry OS. Kebutuhan pasarnya masih sangat besar, terutama di market-market seperti Indonesia," ungkapnya.

Secara keseluruhan, tidak ada yang terlalu istimewa dari Samoa. Karakter keyboard mirip Q5 satu-satunya kelebihan yang bisa diunggulkan. Untuk baterai, kapasitas sebesar 1.450 mAh juga cukup untuk melayani waktu bicara hingga tujuh jam.

Menilik dapurnya juga tak ada yang menonjol. Menggunakan CPU 800 MHz, RAM 512 MB, performa yang ditawarkan rata-rata. "Ini sempurna untuk para pengguna entry-level dari perangkat Android dan Windows Phone," ujar BlackBerry dalam keterangan pers global. Tak heran jika harganya dibuat terjangkau, hanya Rp2 jutaan.